Journoliberta.com – Ratusan siswa dan siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Margaguna melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Profesi (Pusdiklatbangprof) Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI), Senin (14/7).
SRMA 10 Margaguna diperuntukkan bagi anak-anak yang berada secara administrasi kependudukannya di wilayah Jakarta Selatan. Kriteria calon siswa dan siswi yang dipilih yakni berasal dari Desil 1 dan Desil 2 yakni masyarakat dari golongan miskin dan miskin ekstrim. Total anak yang diterima di SRMA Marguna berjumlah 100 anak.
Kepala Sekolah SRMA 10 Margaguna, Ratu Mulyanengsih, menjelaskan sekolah ini menerapkan prinsip multi-entry multi-exit. Ia menambahkan pada tahap awal meliputi penilaian talent DNA siswa, tes diagnostik literasi dan numerasi, lalu pengembangan soft skill.
“Jadi nanti ketika mereka masuk, akan ada talent DNA agar dilihat anak ini potensinya di mana. Terus juga akan ada tes diagnostik kemampuan literasi numerasi. Nah, dari situ nanti kami akan memetakan, anak ini dikembangkan di bidang apa. Tetapi, itu juga tidak mengurangi dengan pengembangan akademik. Selain itu kami akan kembangkan kemampuan soft skill, ” ungkap Ratu saat diwawancarai di Pusdiklatbangprof Kemensos RI, Senin (14/7).
Lebih lanjut, Ratu berharap anak-anak di sekolah rakyat ini bermimpi besar untuk melanjutkan ke perguruan tinggi dengan adanya pelatihan bahasa Inggris sebagai bekal. Ia juga menegaskan bahwa kearifan lokal Indonesia akan tetap diutamakan.
“Jadi anak-anak ini ketika di sekolah rakyat, mereka harus punya mimpi besar bahwa mereka akan melanjutkan ke perguruan yang lebih tinggi. Bahkan mungkin nanti kami akan mengasah kemampuan bahasa Inggrisnya. Jadi dari situ menjadi bekal untuk mereka. Tapi, dari itu semua kami juga akan mengedepankan nasionalismenya,” jelasnya.
Salah satu orang tua siswa, Junaedi, mengatakan alasan mendorong anaknya masuk ke sekolah rakyat karena faktor usia. Selain itu, ia menambahkan jaminan yang diberikan anaknya setelah lulus sekolah rakyat juga menjadi alasan.
“Kalau saya pribadi karena anak saya banyak ada empat, faktor usia, dan banyaknya pengeluaran gitu. Terus, banyak juga dari pendamping menyampaikan insyaallah kalau memang anak bapak sekolah di sini sampai lulus itu juga diperhatikan nanti kalau misalnya bekerjanya. Maksudnya disalurkan pula, dimudahkan,” ucapnya saat diwawancarai langsung di Pusdiklatbangprof Kemensos RI, Senin (14/7).
Di sisi lain, Junaedi mengaku sosialisasi terlaksananya program ini kurang meluas karena beberapa temannya tidak tahu terkait bagaimana cara mendaftarnya. Bahkan guru dari sekolah anaknya belum mengetahui akan dibukanya sekolah rakyat.
“Saya dapat info dari pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) mereka yang mengarahkan. RT/RW bahkan tidak tahu ini. Teman-teman saya yang tahu anak saya masuk mereka pada nanya juga ke saya. Gurunya juga nanya kok bisa daftar di sekolah rakyat (dapat informasi) dari mana, jadi kurang meluas sosialisasinya,” tukasnya saat ditemui di Pusdiklatbangprof Kemensos RI, Senin (14/7).
Sementara itu, SRMA 10 Margaguna menyediakan beberapa fasilitas gratis di antaranya yakni empat ruang kelas, ruang laboratorium, ruang perpustakaan, sarana dan prasarana olahraga dan kesenian, serta kamar asrama sebagai tempat menginap siswa sebab konsep sekolah rakyat ini seperti boarding school.
Salah satu siswa SRMA 10 Margaguna, Ilyas, mengatakan alasannya ia tertarik masuk SRMA 10 Margaguna karena disediakan fasilitas secara gratis yang membuatnya semakin semangat belajar.
“Aku sendiri ingin masuk sekolah rakyat karena sudah gratis, sudah difasilitasin, jadi makin semangat,” tukasnya saat ditemui di Pusdiklatbangprof Kemensos RI, Senin (14/7).
Selaras dengan Ilyas, Chiko, salah satu siswa SRMA 10 Margaguna lainnya, menyampaikan alasannya masuk sekolah rakyat karena ingin mendapat pendidikan yang gratis karena kebutuhan orang tuanya semakin meningkat.
“Kalo saya sendiri karena kebutuhan orang tua semakin meningkat. Kemudian, sekolah rakyat ini juga gratis, fasilitasnya gratis, makanannya dibayarin, pokoknya nyaman,” ucapnya di tempat yang sama, Senin (14/7).

Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.
❤ Beri Dukungan




