Dewasa ini informasi sangat mudah didapatkan
dari berbagai sumber. Hal tersebut disebabkan perkembangan yang sangat pesat
pada dunia teknologi komunikasi dan informasi. Kemajuan itu membawa dampak
negatif, salah satunya banyak timbul berita bohong atau hoax di
masyarakat.
dalam informasi. Hoax banyak tersebar di media sosial, namun tidak
jarang pula beredar di media mainstream. Biasanya, hoax juga sering
digunakan untuk menjatuhkan pihak-pihak tertentu.
dan Komunikasi Publik Kementrian Komunikasi dan Informatika RI Ismail Cawidu, hoax
atau berita bohong sangat meresahkan masyarakat maupun pemerintah. Karena hoax
dapat mempengaruhi cara pandang, emosi, serta mengancam tatanan sosial.
banyak digunakan, sehingga masyarakat mudah percaya dengan sumber informasi
dari media sosial.
orang yang membuat hoax, 90 orang yang menyebarkan. Semakin berkembangnya
berita hoax, maka semakin dianggap benar,” ujar Ismail yang juga
berprofesi sebagai dosen di Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta.
Journo Liberta Nadia Ayu Fadhilah dengan Ismail Cawidu di UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta, Kamis 9 Maret 2017.
Hoax?
bernama The Hoax di Amerika serikat. Film tersebut menggambarkan cerita
dalam sebuah novel yang tidak dipaparkan secara utuh.
di dalamnya. Artinya, antara novel dan film itu berbeda. Sejak saat itu,
apabila ada berita bohong, media di Amerika menyebutnya dengan istilah hoax.
Indonesia belakangan ini setelah berkembangnya media sosial. Tetapi, kalau
berbicara tentang berita bohong, dari dulu sudah ada. Jadi, tidak bisa
ditentukan kapan persisnya muncul berita bohong.
di Indonesia?
Indonesia. Saya akan memberikan beberapa contoh.
meninggal, beredar foto awan yang menyerupai orang berdoa. Padahal, foto
tersebut pernah diunggah ke media sosial jauh sebelum Ustad Jefri meninggal.
10 ribu tenaga kerja China masuk ke Indonesia. Padahal berita aslinya adalah 10
ribu wisatawan China masuk ke Indonesia. Berita tersebut menginformasikan
bahwa target wisatawan China tahun kemarin yaitu lebih dari 10 ribu masuk ke
Indonesia. Dengan mengganti kata ‘wisatawan’ menjadi ‘tenaga kerja’, hoax
tersebut menyentuh emosi masyarakat Indonesia yang anti dengan China.
pemerintah Indonesia sebelumnya?
banyak. Tetapi, pada era sebelum-sebelumnya, media sosial belum berkembang
seperti sekarang ini. Kalaupun ada berita kebohongan, itu dilakukan oleh media
mainstream.
media-media yang tidak terdaftar dan masih abal-abal. Tahun 1999, Undang-Undang tentang Pers No. 40 disahkan. Di mana pers
pada saat itu tidak diwajibkan lagi untuk mendaftar Surat Izin Usaha Penerbitan
Pers (SIUPP).
memiliki modal 5-10 juta rupiah. Uang tersebut langsung diberikan ke penerbitan,
di mana penerbitan tersebut tidak ada alamatnya. Surat kabar tersebut hanya
untuk menghantam seseorang agar reputasinya menjadi negatif. Setelah itu tidak
ada terbitan kedua kalinya.
bagaimana jihad itu dilakukan. Dalam majalah tersebut, banyak hal-hal yang
tidak sesuai dengan ajaran Al-Qur’an. Banyak tambahan-tambahannya. Sehingga
majalah itu saya ambil, kemudian saya cek dan tidak ada alamatnya.
Hoax?
beberapa pendekatan. Salah satu pendekatannya adalah Believe System (sistem kepercayaan). Dari contoh
gambar awan berdoa tadi, disangkut-pautkan dengan oran yang dikenal baik semasa
hidupnya. Jadi, ini adalah masalah keyakinan. Believenya disentuh, sehingga gambar tersebut memberi
keyakinan pada orang lain.
yang Hoax dan Bukan Hoax?
atau tidak, kita harus melakukan beberapa pengujian, di antaranya yaitu pertama
baca betul berita tersebut, kalau sudah dibaca, maka akan paham maksud tulisan
tersebut.
berita tersebut di media mainstream. Ketik di google, sebut kata kuncinya, maka
akan keluar semua beritanya. Kemudian lakukan perbandingan antara berita
pertama tadi, dengan berita yang ada di media mainstream. Kalau tidak ada yang
sama, berarti terjadi perbedaan dalam pemberitaannya dan tidak ada
Kalau tidak ada narasumber yang jelas, pasti hoax. Contohnya seperti menggunakan sumber menurut sebagian ulama. Atau menurut si A yang
tidak bisa disebutkan namanya. Berita dengan sumber tersebut itu tidak bisa
dipercaya. Kalau berita yang benar harus menyebutkan sumber. Kalau
Narasumbernya sama, beritanya sama, pendapatnya sama antara media mainstream dengan media yang lain, maka saya katakan, ada kemungkinan
berita tersebut benar.
dibutuhkan yang namanya literasi media. Artinya, mengetahui kecakapan di dalam
membaca media, diperlukan pengetahuan untuk membaca media. Mayoritas publik
masyarakat, terutama ibu-ibu tidak punya literasi media yang bagus. Begitu
mendapatkan informasi langsung percaya. Karena langsung menyentuh believe
Penyebar Hoax?
internet, dapat memberikan keuntungan berupa uang kepada pembuat Hoax. Sampai
saat ini, banyak pelaku yang tertangkap karena ‘jejak digital’. Ketika
seseorang mengupload suatu berita di medsos, maka jejaknya bisa ditelursuri
oleh pihak kepolisian.
Penduduk (KTP). Data-data dari KTP lah yang ditelusuri.
yang bernama eternity (keabadian). Ketika ada foto, gambar,
tulisan dan disalurkan melalui media sosial, maka data tersebut akan terkirim
ke server yang sayangnya ada di Amerika dan tidak ada di Indonesia. Data
tersebut memiliki sifat keabadian.
kirimkan telah dihapus, data tersebut masih tersimpan di server sampai
kapanpun. Kecuali pihak servernya yang menghapus sendiri. Selama data kita
tersimpan di server, maka jejak digitalnya bisa diketahui dan ditelusuri.
terkena Pasal 28 tentang kebohongan. Dilarang seseorang berbohong atau menyebar
fitnah. Serta pasal 28 ayat 2 yaitu dilarang menyebar berita fitnah yang
mengancam SARA.
Anda, apakah Hoax bisa dihapuskan di Indonesia?
Maka sampai kapanpun kejahatan itu tidak bisa dihilangkan. Tapi, kalau dikurangi atau diminimalisir itu bisa dilakukan dengan cara pendidikan literasi media. Dalam kehidupan, akan
selalu ada kebaikan dan keburukan. Maka dari itu kita harus mengambil peran baik dengan
meminimalisir Hoax. Caranya adalah memiliki literasi media yang baik.
Al-Qur’an surat Al-Hujuraat ayat 6 yang artinya “Apabila datang kepadamu orang fasik yang membawa berita, maka tabayyunlah ( periksa dengan teliti).”
tersebut, maka tidak akan mudah mempercayai berita hoax.
sebuah berita, maka baca baik-baik. Jangan langsung percaya, tetapi pahami terlebih dahulu. Kalaupun menurut anda berita
tersebut benar dan ingin menyebarkannya, maka pikirkan lagi,
kira-kira orang yang menerima berita ini dalam keadaan senang atau tidak. Karena kita tidak akan pernah memahami kondisi
seseorang ketika membaca berita.
Jangan mudah percaya dengan informasi-informasi yang dikait-kaitkan
dengan imbalan-imbalan, baik imbalan dana maupun imbalan pahala, tetapi kita
harus menggunakan pengetahuan. Tetaplah berhati-hati ketika mendapatkan
berita.
(Nadia Ayu Fadhilah)
Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.
❤ Beri Dukungan






